Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Materi Keperawatan

Fisiologi Aliran Darah Jantung

Keywords : Arteri koronaria, Vena-vena jantung Jantung mendapatkan aliran darah dari arteri koronaria. Sirkulasi koronaria meliputi seluruh permukaan jantung, membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium melalui cabang-cabang intramiokardium yang kecil-kecil. Untuk dapat mengetahui akibat-akibat dari pentakit jantung koroner, maka kita harus mengenal terlebih dahulu distribusi arteri koronaria ke otot jantung dan sistim penghantar. Arteri koronaria Arteri koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Muara arteri koronaria ini terdapat dalam sinus valsalva dalam aorta, tepat di atas katup aorta. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koronaria kiri dan arteri koronaria kanan. Arteri koronaria kiri mempunyai dua cabang, yaitu arteri desendens arteri kiri dan arteri sirkumpleksa kiri. Arteri-arteri ini berjalan melingkar jantung dalam dua celah anatomi eksterna: sulkus atrioventrikularis yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, dan sulkus interventrikularis yang mem...

Pengertian Miokard Infark

Keywords : ISKEMIA , INFARK Miokard infark adalah kematian otot jantung yang diakibatkan oleh kekurangan aliran darah atau oksigen. Penyebabnya adalah penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner . PATHOFISIOLOGI ISKEMIA Kebutuhan akan oksigen yang melibihi kapasitas suplei oksigen oleh pembuluh darah yang terserang penyakit menyebabkan iskemia miokardium lokal. Pada iskemia yang bersifat sementara akan menyebabkan perubahan reversibel pada tingkat sel dan jaringan, dan menekan fungsi miokardium sehingga akan mengubah metabolisme yang bersifat aerob menjadi metabolisme anaerob.Pembentukan fosfat berenergi tinggi akan menurun. Hasil akhir metabolisme anaerob yaitu asam laktat akan tertimbun sehingga pH sel menurun. Efek hipoksia, berkurangnya energi serta asidosis dengan cepat menganggu fungsi ventrikel kiri, kekuatan kontraksi berkurang, serabut-serabutnya memendek, daya dan kecepatannya berkurang. Gerakan dinding segmen yang mengalami iskemia menjadi abnormal, bagian ters...

Malnutrisi / Gizi Buruk

Malnutrisi / Gizi buruk adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi. Penyebab Ada beberapa penyebab gizi buruk. Seperti : Diet yang tidak memadai atau tidak seimbang Masalah dengan pencernaan atau penyerapan Kondisi medis tertentu Malnutrisi dapat terjadi jika tidak makan makanan yang cukup. Kelaparan adalah bentuk malnutrisi. Dalam beberapa kasus, gizi buruk sangat ringan dan tidak menyebabkan gejala. Namun, kadang-kadang bisa sangat parah. Gizi buruk terus menjadi masalah yang signifikan di seluruh dunia, khususnya di kalangan anak-anak. Kemiskinan, bencana alam, masalah politik, dan perang semua berkontribusi terhadap kondisi - bahkan epidemi - gizi buruk dan kelaparan, dan bukan hanya di negara-negara berkembang.

Reflek Patologis

Reflek Hoffman – Tromer Jari tengah klien diekstensikan, ujungnya digores, positif bila ada gerakan fleksi pada ari lainnya Reflek Jaw Kerusakan kortikospinalis bilateral, eferen dan aferennya nervous trigeminus, dengan mengertuk dagu klien pada posisi mulut terbuka, hasil positif bila mulut terkatup Reflek regresi Kerusakan traktus pirimidalis bilateral / otak bilateral Reflek Glabella Mengetuk dahi diantara kedua mata, hasilnya positif bila membuat kedua mata klien tertutup Reflek Snout Mengutuk pertengahan bibir atas, positif bila mulutnya tercucur saliva Reflek sucking Menaruh jari pada bibir klien, positif bila klien menghisap jari tersebut Reflek Grasp Taruh jari pada tangan klien, positif bila klien memegangnya Reflek Palmomental Gores telapak tangan didaerah distal, positif bila otot dagu kontraksi Reflek rosolimo Ketuk telapak kaki depan, positif bila jari kaki ventrofleksi Reflek Mendel Bechterew Mengetuk daerah dorsal kaki2 sebelah depan,positif bila jari kaki ventrofleksi

Refleksiologi

Reflek kornea Dengan cara menyentuhkan kapas pada limbus, hasil positif bila mengedip (N IV & VII ) Reflek faring Faring digores dengan spatel, reaksi positif bila ada reaksi muntahan ( N IX & X ) Reflek Abdominal Menggoreskan dinidng perut dari lateral ke umbilicus, hasil negative pada orang tua, wanita multi para, obesitas, hasil positif bila terdapat reaksi otot. Reflek Kremaster Menggoreskan paha bagian dalam bawah, positif bila skrotum sisi yang sama naik / kontriksi ( L 1-2 ) Reflek Anal Menggores kulit anal, positif bila ada kontraksi spincter ani ( S 3-4-5 ) Reflek Bulbo Cavernosus Tekan gland penis tiba-tiba jari yang lain masukkan kedalam anus, positif bila kontraksi spincter ani (S3-4 / saraf spinal ) Reflek Bisep ( C 5-6 ) Reflek Trisep ( C 6,7,8 ) Reflek Brachioradialis ( C 5-6 ) Reflek Patela ( L 2-3-4 ) Reflek Tendon Achiles ( L5-S2) Reflek Moro Reflek memeluk pada bayi saat dikejutkan dengan tangan Reflek Babinski Goreskan ujung reflak hammer pada lateral telapa...

Tingkat Kesadaran

KOMPOS MENTIS Sadar penuh dan keadaan normal SOMNOLEN Keadaan mengantuk dan kesadaran dapat pulih bila dirangsang, ditandai dengan mudahnya klien dibangunkan, mampu memberi jawaban verbal dan menangkis rangsangan nyeri. SOPOR Kantuk dalam, klien dapat dibangunkan dengan rangsangan yang kuet, namun kesadaran segera menurun, klien dapat melaksanakan instruksi singkatdan masih terlihat gerakan spontan dengan rangsangan nyeri, klien tidak dapat diabngunkan dengan sempurna, jawaban verbal tidak ada, tangkisan nyeri masih baik. KOMA RINGAN/SEMI KOMA Tidak ada respon verbal, reflek masih baik, gerakan timbul saat ada rangsang nyeri dan tidak terorganisir, tidak dapat dibangunkan.

Cara Menentukan Umur Kehamilan Post Partum Menurut Ballard (1997)

KULIT 0 = merah seperti agar transparan 1 = merah muda licin/halus tampak vena 2 = permukaan mengelupas dengan/tanpa ruam, sedikit vena 3 = daerah pucat, retak2, vena jarang 4 = seperti kertas putih, retak lebih dalam tidak ada vena 5 = seperti kulit retak mengkerut LANUGO 0 = tidak ada 1 = banyak 2 = menipis 3 = menghilang 4 = umumnya tidak ada 5 =…………….. LIPATAN PLANTAR 0 = hampir tidak tampak 1 = tanda merah sangat sedikit 2 = hanya lipatan anterior yang menghilang 3 = lipatan 2/3 anterior 4 = lipatan seluruh tampak PAYUDARA 0 = hampir tidak tampak 1 = areola mendatar tidak ada tonjolan 2 = areola seperti titik tonjolan 1-2 mm 3 = areola lebih jelas dengan 3-4 mm 4 = areola penuh tonjolan 5-10 mm DAUN TELINGA 0 = datar tetap terlihat 1 = sedikit melengkung, lunak lambat kembali 2 = bentuknya lebih baik, lunak mudah membalik 3 = bentuk sempurna, membaik seketika 4 = tulang rawan tebal, tulang telinga kaku KELAMIN LAKI - LAKI 0 = skrotum tidak ada ruga...

Rumus Perhitungan Dosis

RUMUS PERHITUNGAN DOPAMIN Dopamin ;1 ampul = 10 cc, 1 ampul = 200 mg , 1 mg = 1000 mikrogram Rumus factor pengencer = 200.000 = 4000 50cc Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil 4000 Atau rumus langsung : Dosis x BB 60 x 50 = hasil 200.000 RUMUS PERHITUNGAN DOBUTAMIN Dobutamin ; 1 ampul = 5 cc , 1 ampul = 250 mg , 1 mg = 1000 mikrogram 250 mg = 250.000 mikrogram rumus factor pengencer = 250.000 = 5000 50cc Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil 5000 Atau rumus langsung : Dosis x BB x 60 x 50 = hasil 250.000 Rumus diatas digunakan untuk pemberian dopamine dan dobutamin dengan menggunakan syringe pump. Rumus pemberian Dopamin dan Dobutamin dalam kolf / drip Rumus = 200.000 = 400 500 = Dosis x BB x jam ( menit ) 400 = hasil sesuai makro drip / mikrodrip RUMUS PERHITUNGAN NITROCYNE 1 ampul = 10 cc , 1 cc = 1 mg, 1 ampul = 10 mg Dosis yang digunakan dalam cc ( microgram ) jadi 1 ampul = 10.000 mikrogram Rumus : Dosis x 60 x pengencer = hasil 10.000 RUMUS PERHITUNGAN ISOKE...