Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Asuhan Keperawatan Bedah

Asuhan Keperawatan BPH

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Benigna Prostat Hipertropi (BPH) A. Pengkajian Data subyektif : Pasien mengeluh sakit pada luka insisi. Pasien mengatakan tidak bisa melakukan hubungan seksual. Pasien selalu menanyakan tindakan yang dilakukan. Pasien mengatakan buang air kecil tidak terasa. Data Obyektif : Terdapat luka insisi Takikardi Gelisah Tekanan darah meningkat Ekspresi w ajah ketakutan Terpasang kateter B. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter Kurang pengetahuan : tentang TUR-P berhubungan dengan kurang informasi Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri / efek pembedahan C. Intervensi Diagnosa Keperawatan 1. : Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 3-5 hari pasien mampu mempertahankan derajat kenyamanan secara adekuat. Kriteria hasil : Secara verbal pasien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilan...

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Inkontinensia Urine

Askep Klien Inkontinesia Urine Pengertian Dalam pengkajian ditanyakan kapan inkontinensia urine mulai muncul dan hal-hal yang berhubungan dengan gejala inkontinensia : Berapa kali inkontinensia terjadi ? Apakah ada kemerahan, lecet, bengkak pada daerah perineal ? Apakah klien mengalami obesitas ? Apakah urine menetes diantara waktu BAK, jika ada berapa banyak ? Apakah inkontinensia terjadi pada saat-saat yang bisa diperkirakan seperti pada saat batuk, bersin tertawa dan mengangkat benda-benda berat ? Apakah klien menyadari atau merasakan keinginan akan BAK sebelum inkontinensia terjadi ? Berapa lama klien mempunyai kesulitan dalam BAK / inkontinensia urine ? Apakah klien merasakan kandung kemih terasa penuh ? Apakah klien mengalami nyeri saat berkemih ? Apakah masalah ini bertambah parah ? Bagaimana cara klien mengatasi inkontinensia ? Pemeriksaan Fisik Inspeksi Adanya kemerahan, iritasi / lecet dan bengkak pada daerah perineal. Adanya benjolan atau tumor spinal cord Adanya obesitas at...

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Batu Saluran Kemih (Urolitiasis)

A. Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan sekunder terhadap batu ginjal dan spasme otot polos (Engram, 1998). Intervensi Tujuan : Mendemonstrasikan rasa nyeri hilang Kriteria hasil : Tidak ada nyeri, ekspresi wajah rileks, tak ada mengerang dan perilaku melindungi bagian yang nyeri, frekwensi nadi 60-100 kali/menit, frekwensi nafas 12-24 kali/menit Intervensi Kaji dan catat lokasi, intensitas (skala 0-10) dan penyebarannya. Perhatikan tanda-tanda verbal : tekanan darah, nadi, gelisah, merintih. Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan ke staf terhadap perubahan kejadian/karakteristik nyeri. Berikan tindakan untuk meningkatkan kenyamanan seperti pijatan punggung, lingkungan nyaman, istirahat. Bantu atau dorong penggunaan nafas berfokus, bimbingan imajinasi dan aktifitas terapeutik. Dorong/bantu dengan ambulasi sesuai indikasi dan tingkatkan pemasukan cairan sedikitnya 3-4 l/hari dalam toleransi jantung. Kolaborasi, berikan obat sesuai indikasi : narkotik antispasmmodik korti...

Asuhan Keperawatan Pasien Hernia

PENGKAJIAN Data Umum Aktivitas atau istirahat Riwayat Pekerjaan Mengangkat beban berat, duduk, mengemudi dalam waktu lama, membutuhkan papan matras untuk tidur, penurunanrentang gerak, tidak mampu melakukan aktivitas yang biasa, atrofi otot gangguan dalam berjalan. Eliminasi Kontipasi, obstipasi, adanya inkontinesia atau retensi urin. Neurosensori Kesemutan, Kekakuan, kelemahan tangan atau kaki, penurunan refleks tendon dalam, nyeri tekan atau abdomen. Pencernaan Bising usus, muntah, nyeri abdomen. Kenyamanan Nyeri seperti ditusuk- tusuk, fleksi pada kaki, keterbatasan mobilisasi. Kaji gaya hidup monoton atau hiperaktif. Pemeriksaan fisik Inspeksi Mengkaji tingkat kesadaran, perhatikan adanya bengkak; ada atau tidak adanya benjolan Palpasi Tugor kulit, palpasi terhadap nyeri dan massa Auskultasi Bising usus, bunyi nafas, bunyijantung Perkusi kembung Pemeriksaanpenunjang Pemeriksaan darah koagulasi Pemeriksaan urine EKG DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan yang muncul pada klien de...

Asuhan Keperawatan Pasien Illeus Obstruksi

PENGKAJIAN Identitas klien Aktifitas / istirahat Lemah, gelisah Sirkulasi Takikardia, berkeringat Eliminasi Perubahan warna urine dan feces, distensi abdomen Makanan / cairan Mual / muntah, nyeri epigastrium Nyeri / kenyamanan Adanya insisi pembedahan Pernafasan Peningkatan frekuensi pernafasan, pernafasan tertekan ditandai oleh nafas pendek, dangkal Laboratorium Antara lain : Hb/Ht, leukosit, trombisit, elektrolit, AGD DIAGNOSA KEPERAWATAN Pola nafas tidak efektif Resiko tinggi kekurangan volume cairan Gangguan integritas kulit

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Vesikolithiasis

Diagnosa Keperawatan Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek anestesi Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan depresi pernafasan akibat efek anestesi Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan penekanan saraf tepi akibat insisi Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan akibat insisi. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan insisi luka akibat operasi Resiko tinggi gangguan integritas kulit berhubungan dengan drainase luka Intervensi Diagnosa Keperawatan 1.Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek anestesi Tujuan : Tidak terjadi gangguan pernafasan Kriteria Hasil : Tidak tersedak, Sekret tidak menumpuk di jalan nafas dan tidak ditemukan tanda cyanosis Intervensi : Kaji pola nafas klien. Kaji perubahan tanda vital secara drastis. Kaji adanya syanosis. Bersihkan sekret dijalan nafas. Ciptakan lingkungan yang nyaman. 2.Pola nafas tidak efektif berhubu...

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Appendiksitis

Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul pada pasien Appendicitis Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah post operasi appenditomi. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan pembatasan gerak skunder terhadap nyeri. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasive appendiktomi. Resiko kekurangan volume cairan sehubungan dengan pembatasan pemasukan cairan secara oral. Diagnosa Keperawatan pada Appendicitis 1. Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada daerah mesial abdomen post operasi appendiktomi Tujuan Nyeri berkurang / hilang dengan Kriteria Hasil : Tampak rilek dan dapat tidur dengan tepat. Intervensi Kaji skala nyeri lokasi, karakteristik dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat. Pertahankan istirahat dengan posisi semi powler. Dorong ambulasi dini. Berikan aktivitas hiburan. Kolborasi tim dokter dalam pemberian analgetika. Rasional Berguna dalam pengawasan dan keefesien obat, kemajuan penyembuhan,perubahan dan karak...

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hemoroid

PENGKAJIAN Hemorrhoids Identitas pasien Keluhan utama Pasien datang dengan keluhan perdarahan terus menerus saat BAB. Ada benjolan pada anus atau nyeri pada saat defikasi. Riwayat penyakit Riwayat penyakit sekarang Pasien di temukan pada beberapa minggu hanya ada benjolan yang keluar dan beberapa hari setelah BAB ada darah yang keluar menetes. Riwayat penyakit dahulu Apakah pernah menderita penyakit hemoroid sebelumnya, sembuh / terulang kembali. Pada pasien dengan hemoroid bila tidak di lakukan pembedahan akan kembali RPD, bisa juga di hubungkan dengan penyakit lain seperti sirosis hepatis. Riwayat penyakit keluarga Apakah ada anggota keluaga yang menderita penyakit tersebut Riwayat sosial Perlu ditanya penyakit yang bersangkutan. PEMERIKSAAN FISIK Pasien di baringkan dengan posisi menungging dengan kedua kaki di tekuk dan menempel pada tempat tidur. Insfeksi Pada insfeksi lihat apakah ada benjolan sekitar anus Apakah ada benjolan tersebut terlihat pada saat ...

Asuhan Keperawatan Pasien Fraktur Humerus

Minggu, 2009 Mei 17 ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FRAKTUR HUMERUS A. KONSEP DASAR 1. Pengertian a Fraktur Adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, et al, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C. dalam buku Nursing Care Plans and Dokumentation menyebutkan bahwa Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Pernyataan ini sama yang diterangkan dalam buku Luckman and Sorensen’s Medical Surgical Nursing. b Patah Tulang Tertutup Didalam buku Kapita Selekta Kedokteran tahun 2000, diungkapkan bahwa patah tulang tertutup adalah patah tulang dimana tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar. Pendapat lain menyatidakan bahwa patah tulang tertutup adalah suatu fraktur yang bersih (karena kulit masih utuh atau tidak robek) tanpa komplikasi (Handerson, M. A, 1992). c Patah Tulang Humerus Adalah diskontinuitas ...